Pengaruh Globalisai
Terhadap Pelajar Di Indonesia
Arus
globalisasi saat ini sudah merajalela ke penjuru dunia. Terutama di Indonesia,
masyarakat Indonesia atau lebih detailnya para remaja atau pelajar yang
notabenenya adalah generasi yang di anggap dapat merubah bangsa Indonesia
menjadi lebih baik, dan dapat membanggakan nama Indonesia di dunia
Internasional.
Globalisasi
ini dapat di artikan sebagai proses kemajuan dan modern teknologi maupun
pemikiran manusia yang maju dan berinovatif. Tetapi globali sasi memiliki 2
sisi yang berbeda yaitu sisi negatif dan positif. Itu semua bergantung pada
individu yang menjalani atau menerapkan globalisasi tersebut. Dampak negatif
yang di akibatkan oleh globalisasi ini yang mendasar adalah soal pola pikir dan
tingkah laku, dimana sekarang banyak sekali masyarakt / pelajar yang melakukan
hal-hal yang tidak semestinya di lakukan oleh mereka, misalnya ; mereka sudah
berani membolos pada saat jam sekolah , sudah berani melawan orang tua, dan
tidak di pungkiri juga pelajar di usia kurang dari 20th sudah ada yang bernani
menjadi perokok aktif. Ini sungguh sangat miris, sebagai individu yang
bertindak kritis kita dapat menularkan akhlak baik kita ke mereka agar mereka
sadar kalau yang mereka lakuka
n itu salah. Juga peran lembaga-lembaga di
masyarakat (keluarga, sekolah, teman, dll) juga mendukung dan menjaga anak
didik agar tidak terjerumus dalam duni hitam yang timbul dari globalisasi.
Berikut
dampak negatif yang di timbulkan akibat globalisasi :
1.
Sudah banyak pelajar yang sudah melakukan
hubungan seksual dengan lawan jenisnya
2.
Kasus penyakit AIDS semakin menjadi-jadi yang
sebagian besar masih berumur pelajar
3.
Angka aborsi semakin meningkat yang di lakukan
para remaja
4.
Tindakan kriminal sangat banyak di lakukan oleh
para remaja
Dampak positif yang di timbulkan
oleh globalisasi
1.
Memudahkan komunikasi dan mendapat informasi
2.
Terjaminya kebutuhan penunjang kehidupan
3.
Memudahkan segala urusan pekerjaan
Faktor pendorong terjadinya
globalisasi :
1.
Banyaknya budaya barat yang masuk ke Indonesia
2.
Teknologi yang tidak berbanding lurus dengan
perkembangan pola pikir / budi pekerti masyarakat Indonesia
3.
Cara berperilaku dan berpakaian yang masuk ke
Indonesia tanpa adanya filtrasi terlebih dahulu
Yang terakhir
adalah peran pemerintah bagaimana menata tata kehidupan dan norma-norma yang
harus di taati oleh masyarakat, agar moral dan perilaku masyarakat khususnya
para pelajar menjadi lebih baik lagi. Misalnya melalui menteri pendidikan
mengambil kebijakan-kebijakan positif, seperti menambah jam pelajaran di
sekolah, menaambah keterampilan, dan mengevaluasi kurikulum yang sudah
berjalan. Agar di kemudian hari akan menghasilkan SDM yang unggul, inovatif,
dan berpikir secara kritis, agar dapat memajukan moral bangsa Indonesia.
Nama: Rifqi Hisyam M
Kelas : XIIS1
Absen :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar