Pengaruh Game Online Terhadap
Prestasi Belajar Siswa
Perkembangan teknologi di Era sekarang ini sangat pesat.
Berbagai kemajuan teknologi dapat kita peroleh dengan mudahnya. Seiring dengan
perkembangan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi itu komunikasi antar
manusia dapat dilakukan dengan berbagai alat atau sarana, salah satunya sarana
untuk penyegaran, seperti bermain game online.
Game online sendiri merupakan wadah bermain yang sangat
digemari remaja, dimana game online sendiri mempunyai beberapa daya tarik yang
membuat remaja lebih memilih bermain dari pada belajar, hal tersebut dibuktikan
dengan banyaknya remaja sering membolos dan menghabiskan waktu di depan
computer dari pada buku, sehingga menyebabkan aktivitas sekolahnya terganggu.
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan dan mendiskripsikan faktor-faktor
penyebab remaja lebih suka game online, serta mengidentifikasi pengaruh game
online terhadap prestasi remaja dan mendiskripsikan cara mengatasi kecanduan
game online. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif,
pemilihan informan, orang-orang di ambil berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan sendiri oleh peneliti sesuai dengan latar dan tujuan dalam
penelitian, adapun informan dalam penelitian tersebut adalah pemain game online, orang tua informan, dan
juga pemilik game online tersebut.
Dari hasil penelitian yang ditemukan faktor-faktor penyebab game online lebih
disukai adalah game online lebih menarik daripada pelajaran disekolah, pengaruhnya
bagi prestasi remaja tersebut yaitu menurunya prestasi belajar remaja, dan cara
mengatasi kecanduan game online yaitu didikan orang tua sangat diperlukan
terutama dalam masalah belajar, remaja lebih ditekankan untuk belajar dari pada
bermain game online, pemberian motivasi belajar bagi remaja.
Game online sangat berkembang pesat
akhir-akhir ini, semakin lama, permainannya semakin menyenangkan. Mulai dari
tampilan, gaya bermain, grafis permainan, resolusi gambar dan lain sebagainya. Tak kalah juga bervarisasinya
tipe permainan seperti permainan perang, petualangan, perkelahian dan game online jenis lainnya yang
membuat menariknya
permainan. Semakin menarik suatu permainan
maka semakin banyak orang yang memainkan game online tersebut.
Yang
mendominasi memainkan game online adalah kalangan pelajar, mulai dari TK,
SD, SMP, dan SMA. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya warnet dan game
center yang ada di kota besar maupun kota kecil yang main game online di
dalamnya adalah pelajar. Pelajar yang sering memainkan suatu game online akan
menyebabkan anak menjadi ketagihan. Ketagihannya memainkan game online
akan berdampak baginya, terutama dari segi akademik karena masih dalam usia
sekolah.
Game online, kata yang sering
digunakan untuk merepresentasikan sebuah permainan digital yang sedang marak di
zaman yang modern ini. Game online ini
banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari. Walaupun beberapa orang berpikir
bahwa game online identik
dengan Komputer, game tidak
hanya beroperasi di komputer. Game dapat
berupa konsol, handled, bahkan game juga ada di telepon genggam. Game online berguna untuk refreshing atau menghilangkan rasa
jenuh si pemain baik itu dari kegiatan sehari-hari (kerja, belajar, dan faktor
lainnya) maupun sekadar mengisi waktu luang.
Dampak positif dari game online bagi
pelajar adalah pergaulan
siswa akan lebih mudah di awasi oleh orang tua, otak siswa akan lebih aktif
dalam berfikir, reflek berfikir dari siswa akan lebih cepat merespon, emosional
siswa dapat di luapkan dengan bermain game, siswa akan lebih berfikir kreatif.
Dampak negatif dari game online bagi
pelajar adalah siswa akan
malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game
online, siswa akan mencuri curi waktu dari jadwal belajar mereka untuk bermain
game online, waktu untuk belajar dan membantu orang tua sehabis jam sekolah
akan hilang karena maen game, uang jajan atau uang bayar sekolah akan di
selewengkan untuk bermain game online, lupa waktu Pola makan akan terganggu,
emosional siswa juga akan terganggu karena efek game ini, jadwal beribadahpun
kadang akan di lalaikan oleh siswa, siswa cenderung akan membolos sekolah demi
game kasayangan mereka.
Pelajar
yang kita maksud di sini adalah seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan,
berusia 8-17 tahun yang masih menjajaki dunia pendidikan khususnya di tingkat
SD, SMP, dan SMA. Siswa, selain mempunyai hak yang harus di terima, juga
mempunyai kewajiban yang harus dipenuhinya. Salah satu kewajiban seorang
pelajar yang kita ketahui adalah menuntut ilmu dan belajar. Di jaman sekarang
kewajiban seorang pelajar mulai terkikis adanya arus globalisasi pada kemajuan
teknologi, pelajar lebih menomorduakan belajar dari pada bermain game online,
di dalam kesehariannya para pelajar lebih cepat terpengaruh ajakan dari teman-teman,
selain ajakan teman-teman rasa penasaran akan sesuatu yang baru lah yang
mendorong mereka untuk mencoba mencoba hal-hal yang belum pernah mereka
lakukan.
Pelajar
sendiri mudah terpengaruh adanya hal hal yang baru, umumnya mereka terpengaruh
dari pergaulan, teman teman dari pergaulan tersebut yang mencoba mempengaruhi
pelajar trsebut untuk bermain game online. Namun pengaruh tersebut lebih baik
daripada diajak untuk kearah lebih negatif seperti mabuk mabukan, judi, narkoba
dll. Pada situasi seperti ini, peran orang tua yang lebih bisa dianggap untuk
mengatasi masalah tersebut, orang tua dirumah lebih berperan penting dalam
mengatur tingkah laku dan kepribadian dari pelajar tersebut, sedangkan orang
tua di sekolah lebih diatur untuk mengarahkan kemana pelajar tersebut bergaul.
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari
dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk
menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan
arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
Pengertian motivasi menurut para ahli :
“Motivasi belajar dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha
untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin
melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan
atau mengelak perasaan tidak suka itu”. (A.M. Sardiman (2005:75)
Motivasi belajar sendiri sangat penting untuk menuai prestasi
belajar yang memuaskan, motivasi belajar yang tinggi tersebut berasal dari diri
pelajar itu sendiri, semua itu mereka-lah yang menentukan, mereka ingin sukses
dimasa mendatang, maka motivasi mereka sangat menggebu-gebu, itulah yang
membuat prestasi belajar memuaskan, mereka mempunyai motivasi yang tinggi untuk
mencapai suatu tujuan yang mereka inginkan,
dalam hal ini cita-citalah yang memungkinkan untuk memotivasi belajar
mereka agar prestasi belajar mereka memuaskan.
Siswa membutuhkan suatu motivasi belajar untuk bisa terus
konsisten, berikut contoh motivasi yang dapat diberikan kepada siswa. Motivasi
bisa berupa pujian, saat siswa berhasil mengerjakan suatu soal atau ujian,
berilah mereka pujian. Sebagai orang tua harus selalu memberi semangat dan
arahan yang benar. Motivasi belajar bisa dengan cara memberi PR atau tugas, mau
tidak mau hal ini kana mendorkong siswa untuk belajar (bagi Guru). Memberikan
iming iming, hal ini sangat memotivasi siswa untuk belajar. Memberi hukuman,
ini merupakan alternative jika motivasi sebelumnya belum berhasil, dan akan
membuat siswa lebih giat belajar.
Prestasi
belajar adalah susatu kegiatan berproses untuk menambah pengetahuan,
ketrampilan. Prestasi belajar juga bisa dapat diartikan sebagai hasil yang
diperoleh dalam belajar yang berupa pengetahuan dan sikap yang diperoleh siswa
selama mengikuti pelajarna disekolah
yang dinyatakan dalam bentuk angka
Belajar
yang baik dapat menciptakan sebuah prestasi belajar, agar menghasilkan sebuah
prestasi belajar hendaknya siswa mengetahui prinsip prinsip belajar.
Prinsip-prinsip belajar tersebut adalah
Belajar
harus berorientasi pada tujuan yang jelas yaitu dengan menetukan arah dan
tujuan yang jelas maka keberhasilan atau prestasi belajar dapat mudah tercapai.
Kemudian proses belajar terjadi apabila seseorang menghadapi sebuah
problematis, sesuatu yang mengandung problematis(masalah) dapat merangsang
pikiran untuk berpikir, bagaimana cara memecahkan suatu masalah tersebut.
Selain itu belajar dengan pengertian lebih bermakna daripada dengan hafalan.
Belajar menggunakan pengertian lebih memungkinkan sesorang untuk lebih berhasil
dalam menerapkan dan mengembangkan segala
hal yang sudah dipelajari, sebailknya belajar menggunakan hafalan
mungkin hasilnya hanya tampak dalam bentuk kemampuan mengingat pelajaran itu
saja, belajar sendiri merupakan proses yang kontinu. Belajar harus dilakukan
secara kontinu didalam jadwal waktu tertentu dengan jumlah materi yang sesuai
dengan kemampuan kita, belajar juga memerlukan kemauan yang kuat. Kembali ke kalimat pertama, belajar harus
memiliki kemauan belajar yang kuat, yang pertama kita lakukan adalah menetapkan
tujuan yang jelas sebelum memilih sesuatu untuk dipelajari. Tujuan yang jelas
dan diingini seseorang, akan menyebabkan orang tersebut berusaha untuk belajar
dengan rajin agar apa yang menjadi tujuannya tercapai,selain itu belajar
ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
belajar itu banyak, secara garis besar
ada dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang berasal dari diri sendiri, seperti kesehatan, kecerdasan
dll. Sedangkan faktor eksternal, faktor dari luar diri seperti lingkungan
rumah, sekolah, masyarkat.
Belajar
secara keseluruhan lebih berhasil dari pada belajar dengan terbagi bagi.
Prinsip belajar ini memungkinkan seseorang untuk dapat mengerti suatu pelajaran
dengan lebih cepat dan mudah, sedangkan belajar dengan terbagi bagi,
menyulitkan seseorang jika sulit untuk mengingat apa yang telah diajarkan,
karena menggunakan system bersambung, proses belajar memerlukan metode yang
tepat.
Metode
belajar siswa yang tepat akkan memungkinkan seorang siswa menguasai ilmu dengan
mudah dan lebih cepat sesuai dengan kapasitas tenaga dan pikiran yang
dikeluarkan, belajar juga memerlukan kemampuan untuk menangkap intisari dari pelajaran
itu sendiri. Menangkap intsari pelajaran sangat prerlu dimilik siswa, dengan
cara ini siswa akan dapat membuat suatu ringkasan dari apa yang telah
dipelajarinnya. Materi pelajaran yang terasa sangat banyak akan terasa lebih
sedikit, ringan dan mudah untuk dipelajari.
Simpulan
Kemajuan
teknologi telah merubah segalanya, dulu sebelum adanya kemajuan teknologi
pelajar lebih sering dirumah untuk belajar, sekarang semua telah berubah, sejak
adanya komputer adanya internet munculnya sebuah game yang mengaharuskan
terhubung ke internet yaitu game online, secara perlahan game online mengikis
kebudayaan dulu, pelajar pun beranggapan bahwa game online lebih menarik
daripada belajar. Hasil penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif
menunjukan bahwa pelajar lebih suka bermain game online ketimbang belajar
ataupun yang lainnya, peran guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap
pengendalian masalah tersebut, orang tua lebih untuk mengatur kebiasaan anak,
anak lebih di ajarkan hal-hal positif, untuk belajar ataupun bermain musik,
sedangkan guru lebih mengarahkan ke bakat minat anak masing-masing agar hobi
mereka tersalurkan dan tidak lari kearah game online.
Daftar Pustaka
Jurnal
ilmiah dinduh dai (http://jurnalilmiahtp2013.blogspot.com/2013/12/pengaruh-game-online-terhadap-prestasi.html)
pada 9 Desember 2014.
Azizah,
Sandy. 2013. Pengertian game dan game online dalam penelitian. Diunduh dari (http://sandyajizah.blogspot.com/2013/01/pengertian-game-dan-online-game-dalam.html)
pada 9 Desember 2014.
Darmadi,
hamid. 2012. Teori belajar dan motivasi belajar. Diunduh dari (http://hamiddarmadi.blogspot.com/2012/08/teori-belajar-dan-motivasi-belajar-oleh_28.html)
pada 9 Desember 2014.
Ula,
Ilmina. 2012. Pengaruh game terhadap konsentrasi belajar siswa. Diunduh dari (http://ilminailmi.blogspot.com/2012/10/pengaruh-game-terhadap-konsentrasi_13.html)
pada 9 Desember 2014.
Darmadi,
hamid. 2012. Teori belajar dan motivasi belajar. Diunduh dari (http://hamiddarmadi.blogspot.com/2012/08/teori-belajar-dan-motivasi-belajar-oleh_28.html)
pada 9 Desember 2014.
By
REZA WAHYU PRATAMA
XII IPS 1 / 24
Tidak ada komentar:
Posting Komentar